Manisnya dukacita telah
terpampang jelas di denyut nadi anak bangsa, gelap nan luhur jejak mimpi
yang tak lagi ada, di surga, segerombolan malaikat menatap heran pada
dunia, sebuah keanehan yang tak biasa, tersuci, terkotor, teracung
tinggi memandang semua lumpur di wajah sang penguasa, terbebaskan semua
besi panas yang menghujam dunia, luka ini sepertinya takkan pernah
sembuh, sang nurani tak cukup mampu untuk terbang menangkap imajinya,
wake up!!!!!
Saatnya
bangun dari dunia ini, didepanmu ada sebuah pintu yang terbuka oleh
rahmat Allah yang mahakuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur,
menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara
Indonesia, tanpa adanya diskriminasi sosial yang memenjara batin, sebuah
reformasi telah terlahir, sebuah tendangan anak bangsa yang pastinya
takkan terhenti oleh semua kemunafikan dan iri dengki di jiwa, dahulu
kala, jauh sebelum dunia ini terbentuk, segala sesuatu telah digariskan,
semua negara dan bangsa hidup dalam kedamaian dan keharmonisan, sampai
saat negara api menyerang, hanya Avatar, ketua dari 4 elemen yang mampu
menghentikannya, tapi saat dunia membutuhkannya, dia menghilang,
beribu-ribu tahun kemudian, avatar tak kunjung kembali, sampai nurani
anak bangsa terkoyak dan sadar bahwa avatar yang sebenarnya ada di hati,
di dada, di nurani, yang merangkul semua perjuangan manusia, dan
kini, untuk memajukan kesejateraan bangsa, mari kita bersatu-padu untuk
menendang congkaknya dunia. semua omong kosong ini sebenarnya bukanlah
sia-sia, tak ada yang tersusun rapi, rapi pun tak tau bagaimana caranya
menyusun, semua ketiadaan yang membelenggu akan segera terbakar dengan
semua ketulusan yang terlahir dari semua keinginan yang bermuara pada
sebuah kebebasan.
Long life ‘omong kosong’