10 Oktober 2012

Omong kosong...

Manisnya dukacita telah terpampang jelas di denyut nadi anak bangsa, gelap nan luhur jejak mimpi yang tak lagi ada, di surga, segerombolan malaikat menatap heran pada dunia, sebuah keanehan yang tak biasa, tersuci, terkotor, teracung tinggi memandang semua lumpur di wajah sang penguasa, terbebaskan semua besi panas yang menghujam dunia, luka ini sepertinya takkan pernah sembuh, sang nurani tak cukup mampu untuk terbang menangkap imajinya, wake up!!!!!
Saatnya bangun dari dunia ini, didepanmu ada sebuah pintu yang terbuka oleh rahmat Allah yang mahakuasa, dan dengan didorong oleh keinginan luhur, menghantarkan rakyat Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia, tanpa adanya diskriminasi sosial yang memenjara batin, sebuah reformasi telah terlahir, sebuah tendangan anak bangsa yang pastinya takkan terhenti oleh semua kemunafikan dan iri dengki di jiwa, dahulu kala, jauh sebelum dunia ini terbentuk, segala sesuatu telah digariskan, semua negara dan bangsa hidup dalam kedamaian dan keharmonisan, sampai saat negara api menyerang, hanya Avatar, ketua dari 4 elemen yang mampu menghentikannya, tapi saat dunia membutuhkannya, dia menghilang, beribu-ribu tahun kemudian, avatar tak kunjung kembali, sampai nurani anak bangsa terkoyak dan sadar bahwa avatar yang sebenarnya ada di hati, di dada, di nurani, yang merangkul semua perjuangan manusia,  dan kini, untuk memajukan kesejateraan bangsa, mari kita bersatu-padu untuk menendang congkaknya dunia. semua omong kosong ini sebenarnya bukanlah sia-sia, tak ada yang tersusun rapi, rapi pun tak tau bagaimana caranya menyusun, semua ketiadaan yang membelenggu akan segera terbakar dengan semua ketulusan yang terlahir dari semua keinginan yang bermuara pada sebuah kebebasan.

Long life ‘omong kosong’