10 Oktober 2012

Kiamat di nurani

sekian dalam sebuah lubang ini telah tergali, menutup harapan akan hidup yang lebih lama, mimpi-mimpi yang kau coba singkirkan, akan kembali bagaikan bomerang di saat nanti, 'aku ini binatang jalang' layaknya sang anjing terusir dari peradaban, masa yang kelam tak kunjung hilang, menanti sang mentari yang takkan dtang, sial!!! bahkan engkau pun tak mengerti, membuka nurani saja hina bagimu, sehina itukah semua kisah yang dulu kau banggakan, dulu kau ajak tersenyum bersama, 'besar' dan 'kecil' luka sudah kau rasakan, semangkok air matapun tak habis kau telan, ahh, taik.. aku muak dengan duniamu, generasi penjilat pantat perut buncit, tak cukupkah wajahmu kau rusak dengan ego, sampai orang yang tak sedarah denganmu pun, kau hisap darahnya, mimpimu untuk dunia yang lebih baik, visimu untuk manusia yang saling mengasihi, tapi jiwamu sendiri tak kau selamatkan, sepatri kata iya di hati, barisan kata ini pun tak ku mengerti, tanpa dicerna ku muntakan dari hati, pantas dan sewajarnya semua ini hancur, karena isi dadaku pun telah retak, sisi gelap jiwa ini telah hilang, tertutup oleh sisi durhaka jiwa,.. sudahlah, panjang lebar ku mencaci, luasnya pun takkan kau temui....

semoga kau cepat sembuh...