sekian dalam sebuah lubang ini telah tergali, menutup harapan akan hidup
yang lebih lama, mimpi-mimpi yang kau coba singkirkan, akan kembali
bagaikan bomerang di saat nanti, 'aku ini binatang jalang' layaknya sang
anjing terusir dari peradaban, masa yang kelam tak kunjung hilang,
menanti sang mentari yang takkan dtang, sial!!! bahkan engkau pun tak
mengerti, membuka nurani saja hina bagimu, sehina itukah semua kisah
yang dulu kau banggakan, dulu kau ajak tersenyum bersama, 'besar' dan
'kecil' luka sudah kau rasakan, semangkok air matapun tak habis kau
telan, ahh, taik.. aku muak dengan duniamu, generasi penjilat pantat
perut buncit, tak cukupkah wajahmu kau rusak dengan ego, sampai orang
yang tak sedarah denganmu pun, kau hisap darahnya, mimpimu untuk dunia
yang lebih baik, visimu untuk manusia yang saling mengasihi, tapi jiwamu
sendiri tak kau selamatkan, sepatri kata iya di hati, barisan kata ini
pun tak ku mengerti, tanpa dicerna ku muntakan dari hati, pantas dan
sewajarnya semua ini hancur, karena isi dadaku pun telah retak, sisi
gelap jiwa ini telah hilang, tertutup oleh sisi durhaka jiwa,..
sudahlah, panjang lebar ku mencaci, luasnya pun takkan kau temui....
semoga kau cepat sembuh...